Ik hou van je, mam. =D

Als je 1 jaar oud, gevoed zij en baadde je …. in ruil …. je huilde de hele nacht
Als je 2 jaar oud, leerde ze hoe te lopen, in ruil …. je wegrennen toen ze riep

Wanneer u 3 jaar oud, gekookt ze al het voedsel met liefde … .. in ruil …. Gooi je een bord eten op de vloer
Wanneer u ouder dan 4 jaar oud, gaf hij je kleurpotloden …. in ruil … .. U krabbelde graffiti op de muren van het huis en de eettafel
Wanneer u ouder 5 jaar oud, kocht ze dure kleren en mooie …. in ruil … .. u gebruiken om te spelen in de modder
Toen ik 6 jaar oud was, ging hij naar school rijden … in ruil …. je schreeuwen ‘N GGAK WANT ….! “
Toen ik 7 jaar oud was, kocht hij de bal …. in ruil je de bal gooien naar de buren venster

Toen ik 8 jaar was, gaf hij je een ijsje …. in ruil …. u spill over je kleren en vuile
Als je 9 jaar oud, betaalde hij hoge prijs voor je cursus. in ruil …. u vaak volledig afwezig en niet willen leren

Wanneer u bent 10 jaar oud, neemt hij je overal, van het zwembad naar een verjaardagsfeestje …. in ruil …. je sprong uit de auto zonder groeten
Wanneer u bent 11 jaar oud, reed ze u en uw vrienden - je vrienden uit om een film … … in ruil …. vraag je hem te zitten in een andere rij
Wanneer u bent 12 jaar, hij verbieden zie je een speciale tv-show voor volwassenen …. in ruil …. je wacht tot hij uit het huis
Wanneer u 13 jaar oud, stel hij een knipbeurt te krijgen, omdat het tijd was, in ruil …. U zegt dat hij niet weet mode
Wanneer u bent 14 jaar oud, betaalde hij de kosten voor kemahmu tijdens de vakantie … .. in ruil …. je nooit noemen hem
Wanneer u bent 15 jaar oud, kwam thuis van zijn werk wil hij omhelzen u ….
in ruil …. je je deur op slot
Wanneer u bent 16 jaar oud, leerde hij u om een auto te rijden …. in ruil …. u gebruik maken van de auto bij elke gelegenheid ongeacht hun belangen
Wanneer u bent 17 jaar oud, was hij te wachten op een belangrijk telefoontje …. in ruil …. je draagt een nacht van non-stop telefoon

wanneer u 18 jaar, hij was tot tranen geroerd als je afgestudeerd aan de middelbare school … .. in ruil …. je feesten met je vrienden tot de volgende ochtend

Wanneer u bent 19 jaar oud, betaalde hij al uw college en nemen
de campus op de eerste dag …. in ruil …. u vraagt
afgeleid afstand van de poort is niet beschaamd om elke laten temen-temen
Wanneer u bent 20 jaar oud, vroeg hij: ‘Waar komt deze de hele dag? “…. in ruil …. je zei: ‘Ach,
erg spraakzaam sih, pengen weet mensenwerk ‘
Wanneer u bent 21 jaar oud, suggereren dat hij een goede baan voor je toekomstige carrière …. in ruil …. U zegt: ‘Ik wil niet zijn zoals jij’

Wanneer u bent 22 jaar oud, was hij een knuffel en ontroerend wanneer je studie
college …. als balasanmu … .. Nanya u wanneer u kunt erop spelen van het land

Wanneer u bent 23 jaar oud, kocht hij 1 set van meubilair voor het huis
Nieuw …. in ruil …. u ceritain uw vriend hoe lelijk meubilair dat

Wanneer u bent 24 jaar oud, ontmoette ze met je verloofde en vroeg
over de plannen voor de toekomst …. in ruil …. u een klacht indienen
‘Oh gimana sih kok vragen een dergelijke vraag’

Wanneer u bent 25 jaar oud, hielp hij de financiering van de bruiloft ….
in ruil …. u naar een andere stad die gevestigd waren meer dan 500 km

Wanneer u bent 30 jaar oud, gaf hij advies over de verzorging
baby …. in ruil …. je zegt ‘Nu de tijd is anders’

Wanneer u bent 40 jaar oud, vertelde hij de partij te bellen voor een
een broer naast je …. in ruil je zei ‘Ik ben bezig geweest,
ain’t no time ‘

Wanneer u bent 50 jaar oud, hij is ziek en moet uw zorg … .. in ruil …. je leest over de negatieve invloed van ouders die rijden hun kinderen thuis

en maximaal een dag stierf hij rustig …. en plotseling u
onthoud alles wat je nog nooit hebt gedaan …. en druk
Hatimu als een hamer slag

Dit is ongeveer de waarde van de liefde van een moeder die kind kreeg zijn moeder was bezig met het verstrekken van eten in de keuken.
Toen menghulurkan stuk papier dat iets te lezen, de moeder onmiddellijk schone handen en vervolgens ontvangt dihulurkan papier door het kind en het te lezen.

Kos loon helpen de moeder:
1) Helpt Go To Openbaar Rp20.000
2) Keeping zus Rp20.000
3) Als vuilnis Rp5.000
4) schone bedden 10.000
5) bloemen water geven Rp15.000
6) Sweeping pagina Rp15.000
Bedrag: Rp85.000

Afgewerkt lezen, de moeder glimlachte naar de jongen in zijn gezicht gloeien.
De moeder nam de pen en schrijf iets dergelijks achter het papier.

1) Kos droeg tijdens 9bulan - GRATIS
2) Kos nacht wake voor zorg - GRATIS
3) Kos druipende tranen voor u - GRATIS
4) Bezorgd Kos kerana altijd denken dat u misselijk - GRATIS
5) Kos bieden eten en drinken, kleding en uw behoeften - GRATIS
6) Kos kleren wassen, glazen, borden en uw behoeften - GRATIS
Aantal totale waarde Mijn liefde - GRATIS

Tranen vulden de jongen na het lezen. Moeder van het kind gezicht, omhelsde hem en zei: ‘Ik hou van je’. Toen nam het kind de pen en schrijf iets voor de brief schreef hij: ‘Heb Betaald’ …. :)

Comments (View)
I Love u Mom, :)

Waktu kamu berumur 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu …. sebagai balasannya …. kau menangis sepanjang malam
Waktu kamu berumur 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan, sebagai balasannya …. kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ….. sebagai balasannya …. kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna …. sebagai balasannya ….. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun , dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah …. sebagai balasannya ….. kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah … sebagai balasannya …. kamu berteriak ’ N GGAK MAU ….!’
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola …. sebagai balasannya kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim …. sebagai balasannya …. kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu, sebagai balasannya …. kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun …. sebagai balasannya …. kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop …… sebagai balasannya …. kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa …. sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun , dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya …. kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan ….. sebagai balasannya …. kamu nggak pernah menelponnya
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ….
sebagai balasannya …. kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil …. sebagai balasannya …. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting …. sebagai balasannya …. kamu pakai telpon nonstop semalaman

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA ….. sebagai balasannya …. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertama …. sebagai balasannya …. kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya ‘Darimana saja seharian ini?’…. sebagai balasannya …. kamu menjawab ‘Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang’
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu …. sebagai balasannya …. kamu bilang ‘Aku nggak mau seperti kamu’

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi …. sebagai balasanmu ….. kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu …. sebagai balasannya …. kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan …. sebagai balasannya …. kamu mengeluh
‘Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu’

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ….
sebagai balasannya …. kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu …. sebagai balasannya …. kamu katakan ‘Sekarang jamannya sudah beda’

Waktu kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu …. sebagai balasannya kamu jawab ‘Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu’

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ….. sebagai balasannya …. kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang …. dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan …. dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu :
1) Membantu Pergi Ke Warung Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, ‘Saya Sayang Ibu’. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya : ‘Telah Dibayar’ …. :)

Comments (View)
bonbon56:


danielatumbls:

(via suzywire)
Comments (View)
"menunggu itu amatlah menyebalkan."
Comments (View)
Me & Mum (part 1)

mellysilmina:

This is what you’re gonna get if you have an oh-berry-weird-simple mother just like mine.

Me: “Mummy I wanna buy new cute shoes.”
Mum: “Oh, really?”

What a reply. Just answer ‘oh, really?’ = (a bit) useless -_-

————————————————————————————————————————

(via text message)

Me: “Mum, ‘cause it’s fri-night and I don’t have tasks to be done, I’ll go hangin’ out w/ me pals & will get back home at 9 p.m. These r sum friends’ ph. number that u can contact.Thx.”

Mum: “Ok.”

Wow. Just an ‘ok’. No ‘take care’, or ‘have fun then’, or ‘happy fri-nite’, or kinda -_-

————————————————————————————————————————

This is what you’re gonna get via text message if you have an oh-berry-weird-funny mother just like mine.

Mum: “Do you wanna watch 2012 with mum and dad..? If yes, come on reply this message a.s.a.p. ‘cause I’ll buy the tickets at 11 a.m. today.”

FYI, my mum is always scared about run out of movie tickets. Sometimes, excessive.

kok ini mirip sms dr si gw yah =_=
Comments (View)
siberuang:

i don’t wanna feel…

siberuang:

i don’t wanna feel…

Comments (View)
mama, kembalilah..

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah bagi dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da Merawat Papanya yang Sakit

Sejak umur 10 tahun, ia mulai mengambil tanggungjawab merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntik-suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”. Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!”, demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan…. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

Orang hebat!!!!!!!!

http://pranaindonesia.wordpress.com/kisah-inspirasional/aku-mau-mama-kembali/

aku juga mau mama kembali..

Comments (View)
zonder titel, want ik ben wat verward om de titel te geven. omdat ik dacht als er geen werk te doen, maar in onze verwaarlozing om het te doen.

Er was een man die net gestorven en bevond zich in een zeer mooie plaats, gevuld met alle comfort.

Iemand met een wit gewaad kwam en zei: “Deze meneer kan krijgen elke gewenste host, wat voor soort voedsel, entertainment, ongeacht het model, wat voor soort plezier.”

Hij was een opmerkelijk vrolijk en voor de dagen rond om alle magie te zien is op zijn plaats. Hij vond alle luxe die ooit droomde dat hij er was.

Maar later werd hij verveeld met het allemaal. Riep een van de meiden die er waren en zei: “Ik ben moe van dit alles. Ik moet iets doen om mij bezig te houden. Wat voor soort baan kunt u mij? “

De ober schudde zijn hoofd en zei: ‘Sorry meneer, het is het enige dat ik niet kan bieden. Niemand kan meester iets te doen hier. “

Dit is echt gek. Als de hel het voelt. “

En de serveerster kalm zei: “Dus nu de meester host dacht waar ben je?”

Kameraad, niet ver te zoeken, niet de hemel (of hel) is in ons hart een ieder?

Comments (View)
"Sisihkanlah beberapa menit dari hari-hari kita yang penuh kesibukan dan mengatakan kepada orang yang demikian istimewa bagi kita, bahwa kita mencintai mereka… sebelum terlambat! Bukankah demikian? Jadi, tunggu apa lagi?"
Comments (View)
Arme, arme ons.

Een dag een vader en een welgestelde familie nam zijn zoon te reizen naar een gebied met als belangrijkste doel om hoe arme mensen daar laten zien.

Ze bracht een dag en een nacht thuis te blijven voor een familie van zeer arme boeren. Toen ze was teruggekeerd van hun reis, de vader vroeg zijn zoon: “Wat denkt u van onze reis van gisteren?”

“Zeer prettig pa!”

“Heb je zien hoe slecht ze zijn?” Vroeg de vader.

Yeah!

“En wat heb je geleerd?”

Zijn zoon antwoordde: “Ik zie hebben we een hond in huis, en ze hebben vier. We hebben een zwembad dat stak in het midden van het park, hebben zij een kreek die geen einde heeft. We hebben ingevoerd lampen in het park, ze hebben de sterren. Ons terras aan de voorpagina, hebben ze een hele horizon. “Wanneer de jongen klaar spreken, zijn vader verloren voor woorden.

Toen de jongen voegt toe: “bedank, heeft papa laten zien hoe arm we zijn!”

Comments (View)
1 of 9
follow me on Twitter